yang muslim ngacung yaa /:D\
tadi malem liat berita gak??? berita di tipi??? yang tentang sidang istbat itu?? pasti nonton!! liat gak betapa gak konsistennya bangsa ku bangsa
masa hari raya idul fitri di indonesia beda ndiri ama yang lain.
anehnya bangsaku--'
pak menteri bilangnya hari lebaran JATUH PADA TANGGAL 31 AGUSTUS 2011 dan pp muhammadiyah bilangnya hari lebaran JATUH PADA TANGGAL 30 AGUSTUS 2011!
mana yang bener coba??? tapi guamah tetep ngikutin pak menteri ya walopun agak ragu-_- *ati-ati pak dosalohhh salah ngasih informasi*
yang seharusnya malem ini malem takbiran banyak petasan JEDERR JEDERR dan besok hari lebaran jadi gak jadi, parahbett-_-
kan kasian juga yak sama yang udah masak.
basi aja dah tuh opor sama ketupat HAHA._. untungnya alhamdulillahnya dari taun ke taun keluarga gua gapernah masak hehe *aib*
jadi.. besok masih harus puasa dan besok juga masih ada saur sama buka puasa._. gapapa deh nambah pahala <-- sotoy tapi serujuga yaa jarang jarang lohh hari raya ampe diundur gini-_- ckck satu lagi yang bikin nyesek! film yang gua tunggu-tunggu, film tanda (?) taukan film tanda tanya??? yang tentang agama itulohh.. filmnya yang seharusnya ada di sctv sekarang di TIADAKAN. di ganti sama film heart 2 heart pas gua baca beritanya di internet konon katanya film itu gaboleh tayang di tipi. HARAM !!! nahlo bingung, liat nih beritanya ---> http://www.metrotvnews.com/metromain/news/2011/08/28/62951/Putar-Film-Tanda-Tanya-FPI-Siap-Demo-SCTV
ini ada sedikit berita bagi yang belom sempet liat berita sidang itsbat tadi-_-
SIDANG itsbat (penetapan-red) jatuhnya Lebaran (1 Syawal) yang tergolong alot membuat kelimpungan ratusan warga di daerah pedalaman Kabupaten Ciamis. Mereka, mendadak memberhentikan pembuatan ketupat lantaran belum ada keputusan hari apa lebaran itu akan berlangsung.
Sementara, di tengah masyarakat kini beredar kabar lebaran itu akan terjadi Rabu untuk kalangan NU sedang Selasa untuk Muhamadiyah. Dengan adanya dua pendapat mengenai lebaran diam-diam telah membuat bingung masyarakat pedalaman. ” Kami sudah membuat 100 ketupat tapi belum dimasak lantaran lebaran belum jelas. Ketupat baru akan dimasak manakala sudah ada kejelasan kapan lebaran itu akan berlangsung,” komentar sejumlah warga, Senin.
Kegiatan olah makanan ketupat yang sudah menjadi tradisi puluhan tahun di Kampung Naggerang, Kawali, Kabupaten Ciamis merupakan kebiasaan yang tak bisa dilupakan begitu saja. Pria wanita, anak-anak, hingga kakek dan nenek yang sudah mahir mengayam ketupat dari janur kuning itu sudah dua hatri menyiapkan daun kelapa muda (janur) untuk dirancang menjadi ketupat. Meski ‘cangkang’ ketupat sudah jadi namun mereka belum merebusnya lantaran ketupat itu belum diisi beras. ” Cangkang ketupat baru diisi beras manakala sudah ada pengemuman resmi dari Pemerintah menganai lebaran. Jika Lebaran Selasa kami sore ini akan melanjutkan proses pembuatan ketupat,” ujar Nono,warga.
Diutarakannya, dalam lebaran ini setiap Kepala Keluarga di kampung ini sudah menyiapkan paling sedikit 50 cangkang ketupat untuk siap dolah menjadi ketupat pada lebaran ini. Untuk sementara cangkang itu masih digantung di rumah mereka menyusul belum diproses menjadi ketupat lantaran terbentur sidang itsbat pemerintah untuk menetukan 1 Syawal. ” Jika sidang itsbat alot, kami pun akan alot memasak ketupat. Antara sidang itsbat dan ketupat sangat berhubungan. Mudah-mudahan sore ini sidang itsbat akan memberikan keputusan mengenai lebaran yang tegas, dan tepat. Penentuan 1 Syawal tepat, kami pun tepat pula memasak ketupat.”
Meski tergolong berada di daerah pedalaman di Kabupaten Ciamis, penduduk kampung tadi memang boleh dikata sangat taat kepada pemerintah. Meski sudah ada keputusan Muhamdiyah lebaran jatuh Selasa, namun mereka tidak tergoyahkan prinsipnya. Mereka pun berpendapat, kita hudup bernegara dan berbangsa, tentunya ada pemerintah yang mengatur aturan hidup bernegara. ” Kami tetap konsisten menunggu pemerintah dalam menetukan lebaran. keputusan pemerintah merupakan hasil keputusan yang kolektif bukan hanya dari satu golongan. Lagian, di akhirat kelak akan jelas dasar hukumnya jika menmgacu ke pemerintah,” kata Aceng, warga.
“Kali ini kami masih gamang karena belum ada keputusan yang jelas menganai lebaran. Ada yang Selasa dan ada yang Rabu, semuanya membuat bingung. terpenting lagi antara ketupat dan sidang itsbat penentuan lebaran jelas memiliki hubungan erat,” katanya sambil tertawa.
Selain itu, banyak di antara jemaah salat yang menunggu hasil keputusan pemerintah, karena berkaitan dengan salat tarawih di malam terakhir Ramadhan. Sidang baru itsbat baru selesai sekitar pukul 20:30 Wib, jemaah yang ada di Indonesia bagian Timur baru melanjutkan ibadahnya, apakah takbiran atau salat tarawih.
Sebagaimana diketahui, pemerintah bersama Ormas Islam, kecuali Muhammadiyah, menetapkan 1 Syawal 1432 Hijriyah jatuh pada hari Rabu (31/8). Dengan alasan petugas dan peralatan canggih (teropong) belum melihat anak bulan (hilal), maka pimpinan Ormas Islam (NU,Al Washliyah) Matlaul Anwar, Persis, MUI dan lainnya) dalam sidang itsbat (penetapan), memutuskan bulan Ramadhan 30 hari. Sedangkan pihak PP Muhammadiyah dengan perhitungan (hisab) telah menetapkan 1 Syawal jatuh pada hari ini (Selasa/30/8/2011).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar